Statistik deskriptif digunakan untuk menampilkan fitur-fitur dasar dari data pada sebuah penelitian. Jadi pada hasil statistik deskriptif tidak dapat dijadikan acuan sebagai dasar pengambilan keputusan. Statistik deskriptif dibedakan dengan statistik inferensial (disebut juga induktif), dimana statisik deskriptif lebih behubungan dengan pengumpulan dan peringkasan data, serta penyajian hasil peringkasan tersebut.
Beberapa kesimpulan statistik yang sering digunakan dalam analisa statistik antara lain:
- Pengukuran central tendency
- Pengukuran dispersion
- Pengukuran association
- Cross-tab, contingency table
- Histogram
- Quantile, Q-Q plot
- Scatterplot
- Box plot
- dll
Beberapa Contoh perintah di R untuk statistik deskriptive antara lain:
Sebelum menggunakan contoh-contoh di bawah, buatlah variabel/vector berikut ini:
> var1 <- 1:10 # membuat data numeric dengan nilai 1 sampai 10
> var2 <- c("a","b","a","b","a","b","a","b","a","b") # membuat data string dengan nilai a dan b masing-masing 5
1. summary()
Untuk mengetahui nilai minimum, 1st Quantile, median, mean (rata-rata), 3rd Quantile, dan maximum.
Contoh:
> summary(var1)
Min. |
1st Qu. |
Median |
Mean |
3rd Qu. |
Max. |
1.00 |
3.25 |
5.50 |
5.50 |
7.75 |
10.00 |
2. range()
untuk mengetahui nilai minimum dan maximum saja
Contoh:
> range(var1)
[1] 1 10 # 1 dan 10 adalah nilai minimum dan maximum
3. length()
mengetahui jumlah data dalam vector
Contoh:
> length(var1)
[1] 10
4. table(x)
Untuk membuat table frekuensi
Contoh:
> table(var2)
var2
a b
5 5
5. sd()
Untuk mengetahui Standar Deviasi dari data
Contoh:
> sd(var1)
[1] 3.027650 maka nilai standar deviasi dari var1 adalah 3.02760
6. var()
Untuk mengetahui tingkat variance dari data
Contoh:
> var(var1)
[1] 9.166667 maka tingkat variance dari var1 adalah 9.166667
bersambung, karena masih banyak perintah untuk statistik deskriptif di R.