Dia diam.
Manusia kecil itu menengadahkan tangan,
Ringkih, cuaca menggerus badan,
Meminta belas kasihan,
mengharap receh remeh dari tuan.
Namun telapak berbalas telapak,
telapak dari balik jendela, wajah tak tampak,
“terima kasih”, ucap suara serak,
sambil tata hati, agar tak berserak.
satu-satu, berlalu dan berlalu,
merasa diri hanya jadi benalu,
diatas jembatan, tubuh bergeming kaku,
membuang diri, melompat karena malu.