Multiple body, Multiple Realms, One Soul

Kemarin malam bapak mengajak diskusi, awalnya mengenai alam semesta, ruang, dan kecepatan cahaya, kemudian berlanjut ke waktu dan relativitas waktu, masa depan, masa sekarang, dan masa lalu, dan nyerempet ke kisah isra’ mi’raj di mana waktu itu Nabi SAW melihat peristiwa-peristiwa seperti orang yang terus menerus menggunting lidahnya, dan orang yang memakan daging mentah yang busuk padahal ada daging segar dan masak di sebelahnya. Apakah itu masa depan?

Lalu teringat dengan hadis ini:

“Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya, apakah ia termasuk penduduk neraka atau penduduk surga” (HR. Imam Bukhari)

Lalu bagaimana dengan ini:

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْن

QS 90:10

Dan Kami telah menunjukkan kepada mereka dua jalan.

Mengapa kedua dalil itu terasa bertentangan? yang satu membuat kita merasa tak berdaya, karena segalanya sudah ditentukan, apakah kita ini penduduk surga atau neraka. Namun dalil yang satu lagi membuat kita optimis karena kita bebas memilih jalan yang hendak kita pilih. Tapi saya yakin tidak ada yang bertentangan dalam agama ini. Dan kemudian mucul beberapa pertanyaan lagi:

  • Bukankah neraka telah diciptakan? untuk apa?
  • Bukankah surga telah diciptakan? untuk apa?

kemudian saya mengutak atik pikiran, lalu muncullah gagasan ini:

  • bahwa sesungguhnya langit ini berlapis-lapis, dan akhirat berada di lapis langit ke sekian.
  • bahwa kemungkinan yang disebut alam (alam dunia, kubur, padang mahsyar, akhirat)  adalah lapisan-lapisan langit.
  • bahwa kemungkinan jiwa manusia berada di seluruh alam, dari alam dunia, hingga alam akhirat.
  • bahwa kemungkinan disetiap alam, jiwa manusia memiliki tubuh fisik tersendiri.
  • bahwa kemungkinan saat manusia lebih banyak melakukan dosa di alam dunia, maka ia sedang dihukum di neraka.
  • bahwa mengapa hukuman berlanjut saat ketika setelah mati? karena di alam berikutnya waktu sudah tidak ada.

kesimpulan gila ya?😀

saya memang butuh bimbingan lebih jauh lagi.

Wallahu a’lam.

2 responses to “Multiple body, Multiple Realms, One Soul

  1. pelajari al qur’an dan hadits yang shahih, menuntut ilmu lah. takutnya salah dalam menakwil akan menyeret kita ke sejelek-jelek tempat

    bicara soal dien/agama itu perlu hati2

    soal selain dien seperti teknologi dll, manusia lebih tau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s