R for beginners : simple manipulations – numbers and vectors part 1.

Manipulasi sederhana: angka dan vector.

Vector dan Penugasan (assignment)

Untuk membuat sebuah vector dengan nama x misalnya, yang terdiri atas lima angka, misalnya 1 sampai 5, gunakan perintah

> x <- c(1,2,3,4,5)


Ini merupakan pernyataan penugasan menggunakan fungsi c(). Selain menggunakan operator ‘<‘ dan ‘-‘ yang disandingkan, dapat pula menggunakan operator = pada sebagian besar konteks. Penugasan juga dapat dibuat dengan menggunakan fungsi assign(). Misalnya:

> assign("x",c(1,2,3,4,5))

Penugasan juga dapat dibuat ke arah yang berbeda, jadi ibarat <- adalah tanda panah, dapat dibalik menjadi ->, contoh:

> c(1,2,3,4,5) -> x

Vector Aritmatika

vektor dapat dimanfaatkan dalam ekspresi aritmatika. Misal:

> v <- 2*x

akan membuat vector v yang berisi nilai 2 x x

operator aritmatika dasar adalah +,-,*,/ dan ^ untuk pangkat. Selain itu ada pula log,exp,tan,sin,cos,sqrt dan sebagainya, yang memiliki arti seperti umumnya. max dan min memilih elemen terbesar dan terkecil. range akan memperlihatkan elemen terbesar dan terkecil sekaligus. length(x) adalah jumlah elemen dalam vector x, sum(x) akan menjumlahkan semua elemen dalam x dan prod(x) (product) akan mengalikan semua elemen dalam x.

Membuat Urutan Angka

R memiliki beberapa fasilitas untuk mebuat urutan angka. Contoh 1:5 sama dengan membuat c(1,2,3,4,5).

Konstruksi 5:1 dapat digunakan untuk membuat urutan terbalik.

fungsi seq() lebih umum digunakan untuk membuat urutan (suquence). Fungsi ini memiliki lima argumen.

Contoh penerapannya:

> x <- seq(1,5) sama dengan x <- 1:5

> x <- seq(from=1,to=5) dan x <- seq(to=5,from=1) akan memberikan hasil sama dengan di atas

> x <- seq(1,5, by=1) hasilnya sama dengan di atas. dimana by merupakan intervalnya.

> x <- seq(length=5, from=1, by=1) juga memberikan hasil sama dengan atas.

Selain itu terdapat fungsi rep() yang akan mengulangi setiap elemen dalam vector. Bila menggunakan atribut times maka seluruh elemen akan disebut dari awal ke akhir di setiap pengulangan. Sedangkan jika menggunakan atribut each maka elemen akan diulang satu persatu.

Contoh 1:
> x <- c(2,5,7)
> contoh1 <- rep(x, times=5)

maka
> contoh1
[1] 2 5 7 2 5 7 2 5 7 2 5 7 2 5 7

Contoh 2:
> x <- c(2,5,7)
> contoh2 <- rep(x, each=5)

maka
> contoh2
[1] 2 2 2 2 2 5 5 5 5 5 7 7 7 7 7

Logical Vector
R juga dapat memanipulasi secara logika. Elemen dari logical vector dapat berupa FALSE,TRUE atau NA (untuk Not Available).

Contoh:
> x <-1:10 # membuat vector bernama x dengan elemen 1 sampai 10
> x
[1] 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 # elemen-elemen dalam vector x
> contoh1 <- x>5 # membuat vector dengan nama contoh1 dengan nilai TRUE jika x > 5
> contoh1
[1] FALSE FALSE FALSE FALSE FALSE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE # elemen-elemen dalam vector contoh1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s