Dia Diam

Dia diam.

Manusia kecil itu menengadahkan tangan,
Ringkih, cuaca menggerus badan,
Meminta belas kasihan,
mengharap receh remeh dari tuan.

Namun telapak berbalas telapak,
telapak dari balik jendela, wajah tak tampak,
“terima kasih”, ucap suara serak,
sambil tata hati, agar tak berserak.

satu-satu, berlalu dan berlalu,
merasa diri hanya jadi benalu,
diatas jembatan, tubuh bergeming kaku,
membuang diri, melompat karena malu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s