Erangan serak

Mentari pagi kian menyengat,
peluh, pakaianmu melekat,
buat tubuh indahmu makin memikat,
pandangi wajahmu, ku hilang penat.

Kini kau disampingku, berbaring syahdu,
ingatkan sisa-sisa malam yang menggebu,
ranjang berderak iringi erangan serak,
buat sisa-sisa malam semakin semarak.

Awalnya kau masih malu,
ditengah, tak ada lagi ragu,
akhirnya kau yang merenggutku dengan nafsu.

Ah…
Kini kau disampingku, berbaring syahdu,
belum sehari, namun sudah merindu,
ingin mengulang malam lalu yang seru.
——–

(cuma imajinasi lho) wkwkwkwkwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s