Revolusi Teknologi dan Evolusi Sifat Manusia

Revolusi menurut saya merupakan pilihan kata yang tepat untuk menggambarkan perkembangan teknologi hingga saat ini. Coba kita ingat-ingat bagaimana seluruh lini teknologi berkembang pada abad 20, sangat mencengangkan! Namun, perkembangan teknologi juga membawa pengaruh pada sifat-sifat manusia, yang bisa kita katakan sebagai evolusi. Mengapa evolusi? karena berubahnya sifat-sifat manusia ini terjadinya per generasi, dari generasi moyang kita, hingga generasi kita sekarang. Setiap generasi memiliki karaternya masing-masing.

Perubahan dari cara berpikir dan berkarya.
Perkembangan teknologi komputer dan alat cetak (printer) sangat mengubah pola pikir manusia. Bandingkan dengan masa saat penggunaan mesin ketik lebih dominan. Manusia sangat berhati-hati dalam menyusun sebuah tulisan. Konsep harus dipikirkan dengan matang sebelum dituangkan ke atas kertas melalui mesin ketik. Itu karena di mesin ketik, kita tidak dapat melakukan copy, paste, cut, delete, backspace, undo, redo, semau kita. Oleh karena itu manusia dijaman itu akan sangat sedih bila hasil karyanya dicoret, disobek (misal pada bimbingan karya tulis ilmiah).

Bandingkan dengan generasi sekarang dimana penggunaan komputer dan printer sudah sangat lazim. Konsep bisa dibangun bersamaan dengan menuliskan karya. Tidak perlu pemikiran matang karena karya dapat berkembang seiring dengan pembuatannya. Kita dengan sangat mudah mengubah tulisan kita jika disuatu saat kita merasa tak berkenan, dan kita bisa membuat begitu banyak copy sehingga kita tidak merasa begitu sedih jika kemudian karya kita dikoreksi dengan cara dicoret, ditulisi atau disobek.

Itulah yang membedakan generasi manusia dulu dan sekarang. Generasi pendahulu memiliki pola pikir yang sangat kuat. Mereka sangat teratur dan tertib saat membuat sebuah karya, oleh karena itu karya yang dihasilkan pun memiliki pengaruh yang sangat kuat hingga dapat bertahan hingga sekarang. Sedangkan generasi sekarang memiliki pola pikir yang cenderung rapuh. Karyanya sangat mudah dipengaruhi hal-hal diluar konsep awalnya. Hal ini ditunjukkan dengan begitu banyaknya karya tulis yang ada saat ini, namun hanya sedikit yang dapat dikatakan baik. Sisanya adalah karya tulis yang tidak berbobot, tidak mendidik, tidak bermakna (atau maknanya tidak sampai ke pembaca), karya yang saling meniru gaya penulis lain, dan sebagainya.

Karena itu, ada baiknya kita kembali ke cara lama dalam menyusun sebuah karya. Salah satunya yaitu dengan membangun konsep yang matang dan konsisten dengan konsep yang kita buat.

Teknologi Komunikasi dan keterbukaan pikiran.
Hal lain yang berubah adalah cara kita berkomunikasi dan memahami orang lain. Generasi sebelum kita terbiasa dengan komunikasi yang lama, seperti surat menyurat dan telegram. Hal ini membuat generasi lama merupakan generasi yang sabar dalam berkomunikasi, memahami ketika balasan begitu lama datang, dan menghargai apapun isi balasan tersebut, mencermati isi tulisan huruf per huruf, kata per kata, dan kalimat per kalimat. Generasi pendahulu mampu membaca apa yang tersirat dalam sebuat tulisan, memahami kondisi sang pemberi kabar walaupun tidak melihat orangnya. Mempu membuka pikiran akan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dari apa yang tersurat.

Hal tersebut sangat berbeda dengan generasi sekarang, dimana teknologi komunikasi memungkinkan manusia berkomunikasi dengan cepat dan instan. Hal ini menyebabkan generasi sekarang menjadi sangat tidak penyabar untuk menunggu balasan. Begitu senewen bila sms atau email tidak segera mendapat jawaban. Tidak mampu melihat kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan balasan menjadi begitu lama. Tidak mampu melihat yang tersirat dari sebuah tulisan. Generasi sekarang hanya mampu melihat kulit saja. Ya, sudah sangat sulit untuk mengerti keadaan orang lain, apalagi berempati.

Oleh karena itu, marilah kita kembali belajar bersabar dalam berkomunikasi, memahami kondisi orang lain, dan melihat jauh lebih dalam dan luas dari apa yang tertulis.

tulisan ini adalah salah satu tulisan yang buruk, karena tidak dibuat dengan konsep yang matang, dan begitu banyak editan dalam pengetikannya. Semoga tidak ditiru.

2 responses to “Revolusi Teknologi dan Evolusi Sifat Manusia

  1. apek mas,,,, sepakat,,, kwii yoo berlaku goo permusikan indonesia saat ni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s